Pensiunan Guru Kediri Kolektor Barang Antik

Berita Kediri

Pensiunan Guru Kediri Kolektor Barang AntikMemasuki rumah besar bercat putih dipadu warna kuning gading ini terasa memasuki museum. Betapa tidak, saat masuk rumah yang pertama kali yang dilihat oleh tamu yang Berita Kediri datang adalah adanya puluhan barang antik. Itulah rumah Drs Sriyono warga Dusun Dedehan Desa Jemekan Kecamatan Berita Kediri Ringinrejo. Ambil contoh jam almari dengan tinggi dua meter lebih ada tujuh, ke belakang ada jam klander dua unit berusia 50 tahun, jam tembok kuno ada delapan, jam meja kuno ada belasan,ranjang kayu jati berukuran 1,5 meter X 3 meter, dan meja kursi yang usianya lebih dari 50 tahun.

Masuk rumah tersebut juga terasa lain, saat berbincanfg setiap menit selalu terdengar bunyi dentangan jam berulang kali yang menunjukkan waktu. Dikatakan oleh pensiunan guru SMA Negeri 8 ini, usia jam klander diperkirakan satu abad. Ditanya alasannya Berita Kediri senang terhadap barang antik dan lawas,karena barangnya unik dan layak dirawat lebih serius. “ Sejak SMP saya Berita Kediri suka barang yang berputar namun lawas. Seperti jam tangan,jam dinding, dan sepeda motor lawas. Sejak SMP pula saya suka otak-atik atau servis jam jika jam sendiri atau jam teman rusak.Terakhir meja,kursi dan ranjang kayu jati usia 50 tahun. Memang prosesnya tidak mudah dan saya dapatkan melalui pertemanan atau berburu sendiri hingga Jawa Tengah,” jelasnya.

Pria bertubuh jangkung penggemar wayang kulit ini menambahkan hobinya itu tak mengganggu tugas utamaya sebagai seorang guru.Ssaat mengajarpun ia tetap mengedepankan mendidik siswa-siswinya dengan baik.Kalaupun memburu barang antik perlu waktu Berita Kediri khusus seperti hari Minggu. Barang yang semula sudah mati namun di tangan pria tiga anak ini akan bisa kembali hidup dan bernilai mahal. “Nilai jualnya untuk Berita Kediri jam besar ini ada Rp 50 juta lebih. Untuk jam dinding dan jam klander harganya hampir sama dengan jam besar ini. Saat kuliah dulu saya juga aktif mencari barang antik dan memiliki nilai jual jika sudah diutak-atik dan dikreasi sendiri. Karena terkadang si pemilik tidak bisa memperbaiki secara baik,” jelasnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *