Pengobatan Diare pada Anak yang Tepat

Seperti yang diketahui bahwa penyakit diare pada anak merupakan salah suatu penyakit yang ditandai dengan frekuensi buang air besar atau BAB lebih dari 3x dalam sehari dan mempunyai konsistensi feses yang lebih cair. Hal ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti oleh bakteri, virus, atau juga oleh saluran pencernaan yang sedang tidak baik yang diakibatkan oleh suatu makanan. Diare pada anak merupakan salah satu diare yang cukup banyak terjadi di kalangan masyarakat. Selain dari makanan atau bakteri diare juga dapat diakibatkan dari kurang jernihnya air minum yang mengakibatkan adanya beberapa bakteri yang berkembang biak dalam air tersebut.  Sebenarnya ada beberapa macam diare yaitu diare akut dan diare kronis. Dimana diare akut ini adalah diare yang terjadi selama kurun waktu 2 hari, sedangkan untuk diare kronis merupakan diare dengan waktu hampir 2 minggu.

Untuk dapat mengetahui penyebab dari diare biasanya terlihat dari keluhan-keluhan yang dialami oleh penderita. Misalnya saja diare pada anak dengan keluhan demam dan disertai darah, dan anak yang mempunyai keluhan diare tanpa demam dan tidak berdarah. Untuk anak dengan demam dan berdarah sebaiknya dilakukan kultur terlebih dahulu untuk mengetahui apakah terdapat telur bakteri pada feses sehingga dapat diobati dengan benar. Sedangkan untuk diare anak tanpa demam dan darah dapat menggunakan pengobatan biasa yaitu dengan oralit atau cairan ORS. Oralit ini dapat membantu meringankan dehidrasi yang dialami oleh penderita karena banyaknya cairan yang keluar.

Perbedaan Pengobatan Antara Diare Pada Anak dan Diare Pada Orang Dewasa

pengobatan diare pada anak dan pada orang dewasa

Berbeda dengan diare pada anak yang biasanya hanya dapat diatasi dengan oralit, untuk diare pada orang dewasa dapat menggunakan beberapa macam obat yang mengandung attapulgit atau pektin untuk membantu memadatkan konsistensi feses. Tetapi berbeda halnya jika diare tersebut terjadi akibat infeksi atau adanya bakteri penyebab diare seperti misalnya Bascillus cereus atau Escherichia coli yang akan menjadi patogen apabila jumlah dalam saluran pencernaan berlebih. Apabila terjadi infeksi dengan ciri-ciri diare disertai demam dan adanya pendarahan pada feses maka dibutuhkan antibiotik yang tepat untuk membasmi bakteri terlebih dahulu sebelum memadatkan konsistensi feses. Jika langsung meminum obat untuk memadatkan konsistensi feses maka bakteri yang ada dalam saluran pencernaan akan tetap hidup dan tertahan dalam usus. Sehingga lebih baik menggunakan antibiotik yang tepat terlebih dahulu.

Penyebab adanya bakteri pada saluran pencernaan anak dapat terjadi akibat bakteri yang menempel pada tangan tidak sengaja termakan sehingga berkembang dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu sebelum makan lebih baik anak untuk mencuci tangan. Mencuci tangan pun tidak hanya dengan menggunakan air saja. Agar lebih bersih dari bakteri dan sejenisnya lebih baik menggunakan sabun yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri sehingga akan lebih aman bila makan dengan tangan dan tidak menyebabkan diare pada anak. Salah satu sabun yang berada di pasaran dan banyak diminati oleh banyak orang adalah Lifebuoy. Sabun cuci tangan ini cukup efektif dalam membersihkan tangan. Mencuci tangan sebelum makan dapat Anda jadikan suatu kebiasaan kepada anak sehingga anak akan mulai mencuci tangan dengan sabun dengan cara yang benar setiap sebelum makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *