Macam Macam Penyakit Pada Mata

Ada berbagai penyakit mata, antara lain, yang kita bahas disini dengan tujuan agar kita tahu dan bisa lebih berhati-hati menjaga kesehatan mata. Karena di sisi jendela jantung, mata merupakan organ vital kita untuk belajar dan bergerak. Dan yang terpenting adalah mata adalah sarana untuk melihat keindahan dunia.

 

Sakit mata tidak semua menular, tapi ada yang menular jadi kita harus hati-hati agar kita bisa terhindar dari penyakit mata. Dan beberapa penyakit mata disebabkan oleh infeksi, baik infeksi virus, bakteri atau jamur.

Penyakit okuler yang sering menyerang kita antara lain

 

Konjungtivitis
Penyakit mata ini menular. Penyakit mata ini terjadi karena iritasi atau pembengkakan akibat infeksi pada membran yang melapisi mata. Gejalanya meliputi kemerahan mata, nyeri, robek, gatal, kekotoran (belekan) dan penglihatan (kabur). Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk sari, bulu, angin, atau asap), memakai lensa kontak yang kurang bersih, dan memakai lensa kontak jangka panjang. Bayi juga bisa menderita penyakit serupa. Hanya saja penyebabnya lebih disebabkan oleh infeksi yang timbul saat melewati jalan lahir. Pada bayi, penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal. Seperti yang kita semua tahu, jalan lahir tidak steril dari kuman tertentu yang bisa menyebabkan infeksi. Bila bayi lahir melalui jalan lahir (vagina), maka bayi mudah terinfeksi oleh kuman yang ada di daerah tersebut. Jika mata bisa menyebabkan infeksi mata dengan gejala mata merah dan belekan. Oleh karena itu, secara umum, di mata bayi yang baru lahir akan meneteskan tetes mata atau salep antibiotik untuk membunuh bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal.
Vernalis keratokonjumivitas
Ini adalah iritasi atau pembengkakan kornea (lapisan kelenjar getah bening) yang disebabkan oleh alergi yang menyebabkan rasa sakit. Gejalanya merah, mata berair, gatal, kelopak mata bengkak dan kotoran mata (belekan). Perlu diingat bahwa penyakit ini adalah alias peradangan musiman berulang dan korban cenderung resor terutama di musim panas. Terkadang, pasien terluka di bagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri akut.
Endophthalmitis
Ini adalah infeksi yang terjadi di lapisan dalam mata ke bola mata. Gejala mata merah, nyeri, bahkan mengalami masalah penglihatan. Biasanya terjadi karena mata ditusuk seperti tongkat atau benda runcing lainnya. Infeksi ini cukup parah sehingga harus segera diobati karena bisa menyebabkan kebutaan.
Selulitis orbital
yaitu radang jaringan di sekitar bola mata. Gejalanya meliputi mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, mata menonjol dan bengkak, dan penderita demam. Pada anak-anak itu sering terjadi karena luka pada mata, infeksi pada sinus atau infeksi gigi. Tidak diragukan lagi, diagnosis dapat dilakukan melalui dental x-ray dan mulut atau computed tomography payudara. Selulitis orbital yang tidak segera diobati bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak. Untuk kasus ringan antibiotik dapat diberikan secara oral. Pada kasus yang parah, antibiotik diberikan melalui pembuluh darah atau bahkan operasi untuk mengeluarkan nanah atau mengalirkan sinus yang terinfeksi.
Trakoma
Ini adalah infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini berkembang biak di lingkungan yang kotor atau memiliki sanitasi yang buruk. Karena itu, Trakoma sering menyerang anak-anak, terutama di beberapa negara berkembang. Paparan bakteri terjadi saat anak menggunakan alat atau benda yang telah terkontaminasi dengan chlamydia seperti saputangan atau handuk. Gejala trachoma adalah mata merah, menghilangkan kotoran (belekan), pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, serta kornea yang terlihat mendung. Penyakit ini sangat menular.
Blepharitis
Di bola mata ada lapisan air mata yang bekerja melindungi bola mata karena iritasi. Lapisan yang sangat tipis ini terdiri dari tiga kelenjar, kelenjar sebasea, air dan lendir. Nah, blepharitis adalah radang kelopak mata akibat berlebihnya produksi minyak yang berasal dari kelenjar sebaceous. Tidak diketahui pasti mengapa produksi minyak bisa berlebihan. Sayangnya, kelebihan minyak ini yang berada di dekat kelopak mata juga sering dikunjungi bakteri. Gejala blepharitis seperti kemerahan mata, nyeri, panas, gatal, robek, ada luka di kelopak mata dan bengkak. Dalam beberapa kasus sampai ada hilangnya bulu mata. Ada dua jenis blepharitis: blemata yang bersentuhan dengan mata Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.DakriosistitisPenyebab dacriocistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada saluran nasolagrimal yang saluran air mata mengalir ke hidung. Faktor alergi yang menyebabkan penyumbatan kanal. Hasilnya adalah infeksi di sekitar kantong air mata yang menyebabkan rasa sakit, kemerahan dan bengkak, dan bahkan untuk melepaskan nanah dan pasien mengalami demam. Infeksi ringan biasanya akan sembuh dengan cepat bahkan jika masih ada pembengkakan. Sementara tergolong parah bisa menyebabkan kemerahan dan penebalan di atas air mata. Jika terus membentuk infeksi nanah.Ulkus korneaadalah pada kornea luar. Biasanya terjadi karena jamur, virus, protozoa atau beberapa jenis bakteri, seperti Staphylococcus, Pseudomonas atau pneumococcus. Penyebab awalnya mungkin karena sesuatu di bawah mata berlubang atau benda asing. Ulkus kornea terkadang terjadi pada seluruh permukaan kornea di bagian dalam dan belakang kornea. Ulkus kornea dapat menyebabkan komplikasi yang memperburuk infeksi pada bagian terdalam dari kornea, perforasi kornea (lubang), iris penyimpangan (iris), dan kerusakan mata. Gejalanya meliputi mata merah, nyeri, gatal, mata berair muncul kotoran, peka cahaya (fobia foto), pada kornea terlihat noda nanah kuning keputihan, dan penglihatan kurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *