Hukum Kurban Menurut Islam Dikatakan Sunnah Atas Dasar Hal-hal Berikut!

Melaksanakan kurban yang dilakukan seluruh umat islam di dunia sekali dalam setahun ini ternyata masih menjadi polemik sendiri di masyarakat. Banyak dari mereka yang mempunyai pandangan dan pendapat masing-masing dalam melihat apa sebenarnya hukum Kurban menurut islamapakah diwajibkan atau merupakan sunnah. Pertanyaan sering muncul di masyarakat yaitu bagaimana jika dalam sebuah masyarakat terdapat orang yang mempunyai kemampuan finansial yang cukup atau bisa dikatakan merupakan orang berada, jika tidak melaksanakan kurban apakah hal tersebut salah dan dosa besar atau bagaimana?

 

Sebagai orang yang masih awam dalam ilmu agama mungkin banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam melakukan sebuah ibadah, salah satunya yaitu ibadah kurban. Banyak sekali anggapan-anggapan yang berbeda-beda mengenai hukum melaksanakan kurban. Ternyata hal tersebut bukan hanya terjadi dalam sebuah masyarakat, banyak sekali ulama yang mempunyai pendapat berbeda-beda. Tetapi dalam perbedaan pendapat tersebut para ulama juga dapat menjelaskan secara detail pendapatnya didasari dengan pengetahuan mengenai dalil atau hadits dalam islam. Jadi jika dilihat mana yang benar atau mana yang salah keduanya sama-sama benar mungkin dalam pengaplikasian bisa pada kasus yang berbeda.

 

Secara umum hukum melaksanakan kurban itu masih bisa dibilang fleksibel karena harus didasari dengan kasus dan alasan yang jelas. Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut wajib dilakukan tetapi mungkin karena orang yang wajib tersebut sudah masuk dalam golongan syarat orang yang diwajibkan berkurban. Namun ada juga yang mengatakan hal tersebut sunnah tetapi dengan kasus dan syarat yang berbeda. Para ulama sendiri berpendapat kurban dapat dikatakan sunnah dengan didasari hal-hal seperti berikut ini:

 

  1. Karena banyaknya hadits yang menjadi dasar, banyak hadits yang bisa dijadikan dasaran bahwa hukum menyembelih hewan kurban merupakan sunnah, jadi jika dikerjakan mendapat pahala dan tidak dikerjakan tidak mendapatkan pahala dan tidak berdosa. Salah satu hadits yang menjadi dasar yaitu “tiga hal yang bagiku mempunyai hukum fardhu tapi bagi kalian hal tersebut hukumnya tathawwu’ (sunnah), adalah salat witir, penyembelihan udhiyah dan salat dhuha. (HR. Ahmad dan Al-Hakim).
  2. Diriwayatkan oleh Al-baihiqi dari Abu Bakar dan Umar bahwasannya mereka berdua tidak melakukan penyembelihan hewan sebagai kurban dalam kurun waktu satu atau dua tahun karena mereka takut dianggap menjadi wajib.
  3. Dan ada yang berpendapat lagi dari para ulama bahwa berkurban mempunyai jenis hukum sunnah muakkadah. Jadi kalau memang seseorang tidak melakukan kurban padahal dalam keadaan mampu itu tidak akan mendapatkan dosa. Apalagi bagi mereka yang masuk dalam golongan fakir dan miskin. Tetapi bagi yang dalam keadaan mampu hukumnya bisa menjadi makruh jika tidak melakukan penyembelihan hewan kurban.
  4. Berikutnya ada yang mengatakan hukumnya sunnah ‘ain dan sunnah kifayah. Misalnya dalam keluarga, kepala keluarga sunnah ‘ain dan anak istri masuk sunnah kifayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *